Menggunakan Teknologi Drone untuk Memajukan Tenaga Surya

Dilansir dari situs Sunpeakpower.com Teknologi Kendaraan Udara Tak Berawak atau “drone” – berkembang dengan cepat dan memperluas kemungkinan untuk semua jenis industri dan penerapannya mulai dari pengiriman makanan dan parsel hingga konservasi satwa liar. Namun begitu penggunaan drone dalam industri tenaga surya yang masih terbatas, padahal penggunaan drone sangat membantu seperti untuk melacak kemajuan proyek, mendokumentasikan proyek yang telah selesai, hingga membuat konten pemasaran.
Kini, kemajuan teknologi baru dalam aksesori dan perangkat lunak di drone sendiri menambah nilai pada seluruh siklus hidup proyek energi tenaga surya, mulai dari survei awal lokasi prospektif hingga pengujian kinerja dan inspeksi pemeliharaan. Drone yang dilengkapi dengan sensor dan kamera canggih, kami memetakan secara rinci area yang akan dijadikan lokasi panel surya. Drone juga memungkinkan kita untuk mengumpulkan data topografi yang akurat dan memeriksa potensi sinar matahari dengan presisi tinggi, memungkinkan penempatan panel surya yang optimal untuk memaksimalkan efisiensi energi.
Tidak hanya itu, teknologi drone juga memungkinkan pemantauan yang terus-menerus terhadap kinerja panel surya yang terpasang. Dengan pemantauan real-time dari udara, kami dapat mengidentifikasi dan mengatasi masalah dengan cepat, memastikan sistem energi surya beroperasi pada kinerja puncaknya sepanjang waktu.
Berikut tiga cara teknologi drone berkontribusi terhadap kemajuan tenaga surya:
1. Survei lokasi dengan bantuan drone
Langkah penting dalam merancang susunan panel tenaga surya adalah memetakan lokasi pemasangan yang potensial untuk menemukan penghalang dan mengidentifikasi masalah naungan.
Metode untuk mendapatkan pengukuran lokasi di lapangan atau di atap telah berkembang pesat, yang dimulai dengan roda pengukur, pita pengukur, dan coretan gambar tangan dengan cepat berkembang menjadi alat survei GPS genggam, ini meningkatkan keakuratan pengukuran dan memungkinkan satu orang untuk mengumpulkan data dalam format digital. Meskipun hal ini menunjukkan peningkatan dalam proses yang besar, namun survei GPS genggam masih memerlukan setiap titik data dikumpulkan di lokasi yang berpotensi menimbulkan kesalahan manusia.
Penggunaan drone sebagai alat survei lokasi tenaga surya adalah langkah selanjutnya dalam evolusi ini; dengan kemajuan teknologi terkini dalam resolusi muatan Lidar (deteksi dan jangkauan cahaya), pengukuran yang akurat bahkan hingga kurang dari satu inci saja dapat diperoleh saat drone mensurvei lokasi proyek hanya dalam hitungan menit. Tidak hanya waktu yang dibutuhkan, para teknisi pun tidak perlu menginjakkan kaki di atap rumah atau lahan yang dapat menimbulkan bahaya keselamatannya jika sedang dibangun. Drone dapat deprogram/disetting sebelumnya dengan pola penerbangan dan titik referensi lokal, sehingga teknisi dapat melakukan aspek lain dari penilaian lokasi saat drone mengambil data survei.
Dengan menggunakan perangkat lunak pasca-pemrosesan, data drone direferensikan silang terhadap titik-titik lintang yang diketahui untuk menghasilkan peta situs 3 dimensi. Data ini dapat secara otomatis diimpor ke perangkat lunak CAD untuk menentukan tata letak panel surya yang optimal guna memaksimalkan produksi energi dan meminimalkan dampak bayangan. Manfaat-manfaat ini menunjukkan peningkatan efisiensi dan keamanan survei lokasi yang besar.

2. Uji coba proyek tenaga surya dengan bantuan drone
Ketika tiba saatnya untuk mengoperasikan sistem energi tenaga surya, data yang paling mendasar harus dikumpulkan untuk mengevaluasi kinerja dari panel surya, inverter, dan peralatan listrik. Hal ini amat penting, untuk memastikan setiap komponen berkinerja dengan baik dan sesuai atau di atas spesifikasi yang dijamin oleh pabrikan pada saat commissioning.
Adapun Cara konvensional untuk mendapatkan data ini adalah melalui penelusuran kurva IV, yaitu pengujian kelistrikan yang membandingkan keluaran daya aktual dari serangkaian modul dengan keluaran yang diharapkan, yang dinormalisasi untuk kondisi lingkungan. Metode pengujian ini harus dilakukan secara manual pada setiap rangkaian modul dan memerlukan investasi waktu bagi teknisi yang terampil untuk mengoperasikan peralatan yang mahal. Penelusuran kurva IV juga menghadapi masalah data beresolusi rendah. String apa pun yang menunjukkan kinerja lebih rendah harus disegmentasi untuk menjalankan pengujian lebih lanjut yang mengisolasi masing-masing modul yang salah. Selain itu, dengan penerapan persyaratan Rapid Shutdown dalam National Electric Code 2017, penelusuran kurva IV tidak berfungsi dengan Module Level Power Electronics (MLPE) yang diwajibkan untuk memenuhi Rapid Shutdown.
Untungnya, drone denganteknologi modern sudah dapat dilengkapi untuk melakukan pengujian kinerja dalam waktu singkat pada sistem apa pun. Dengan membawa muatan kamera inframerah termal (IR), drone terbang di atas lokasi panel surya dan mengukur tanda panas inframerah dari modul surya. Data tersebut dimasukkan ke dalam perangkat lunak dan dilapis dengan gambar visual RGB untuk menampilkan peta panas situs beresolusi tinggi.
Ketika peta panas berbasis drone digunakan dengan platform pemantauan PV tradisional, kinerja sistem dapat dievaluasi berdasarkan persyaratan komisioning. Anomali kinerja individual dapat didiagnosis secara otomatis berdasarkan tanda panas dari mode kegagalan umum pada modul surya.

3. Operation & Maintenance (O&M) tenaga surya dengan bantuan drone
Seiring bertambahnya usia pada sistem enegi tenaga surya, data yang mendasar dari commissioning memberikan titik referensi untuk menentukan tingkat degradasi modul surya di lokasi tertentu. Jika ditentukan bahwa modul surya berkinerja buruk, maka data drone dapat digunakan untuk mengajukan klaim jaminan kinerja. Teknik pemantauan tradisional membatasi cakupan deteksi kegagalan pada resolusi tingkat string. Analisis Drone IR dapat menunjukkan dengan tepat kegagalan dioda bypass individual dalam modul apa pun dalam sebuah string.
Hal ini meningkatkan granularitas (tingkat kedetailan data) deteksi kegagalan sebanyak 60 kali dalam string tipikal. Jika tidak, tingkat analisis ini tidak akan terlihat oleh pemilik dan operator sistem, sehingga menyebabkan hilangnya pendapatan karena masalah yang tidak terdiagnosis.

Ada beberapa aplikasi O&M lain di mana drone dapat digunakan untuk meningkatkan efisiensi. Drone dapat digunakan untuk:
Memeriksa lokasi PV setelah kejadian cuaca buruk untuk menilai kerusakan modul dan peralatan dengan cepat
Mengidentifikasi pola kekotoran yang menyebabkan titik api dan mengurangi kinerja seluruh rangkaian panel
Mengembangkan irama untuk frekuensi pembersihan modul surya yang optimal
Penggunaan drone untuk O&M dapat membantu teknisi menyusun strategi pemeliharaan reaktif truk dan melindungi aset pemiliknya. Kegunaan teknologi drone untuk O&M tenaga surya menunjukkan keuntungan besar dalam penghematan biaya bagi klien dan penyedia O&M.
Sumber: www.sunpeakpower.com