Apa saja yang harus diperhatikan sebelum memasang PLTS atap?

Kini pengembangan energi surya sudah melebarkan sayap di seluruh penjuru dunia khususnya di Indonesia, Pemerintah sendiri telah memberikan keleluasaan kepada masyarakat untuk memasang Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Atap dengan tetap mengatur pemanfaatannya. Sehingga kita sering melihat pengguna yang sudah memanfaatkan sinar matahari sebagai listrik untuk daya konsumsinya. Kini pengguna listrik konvesional (PLN) mulai tertarik untuk beralih ke energi surya atap karena dinilai akan hemat tagihan listrik yang dikonsumsinya. Mungkin sebagian orang masih banyak pula yang berpikir biaya pemasangan, garansi pemakaian dan perawatannya.
Namun ada baiknya sebelum Anda memutuskan untuk memasang panel surya, sangat dianjurkan untuk berkonsultasi terlebih dahulu dengan para profesional di bidang energi terbarukan atau instalator panel surya agar pemasangan panel surya di tempat Anda sesuai dengan kebutuhan dan peraturan setempat. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam pemasangan panel surya yang efisien dan efektif. Berikut adalah beberapa pertimbangan yang perlu Anda perhatikan:
Area Pemasangan: Pastikan area pemasangan panel surya menerima paparan sinar matahari yang optimal sepanjang hari. Panel surya akan menghasilkan listrik terbaik jika terpapar sinar matahari secara langsung. Hindari tempat yang terlindung oleh bangunan, pohon, atau rintangan lain (tanpa ada bayangan yang menghalangi) yang dapat menghalangi sinar matahari dan harus memiliki ruang/area yang cukup di atap atau lahan.
Kondisi Struktur Bangunan: Struktur bangunan atau tempat pemasangan harus mampu/kuat menopang bobot panel surya dengan aman karena panel surya memiliki bobot yang cukup berat.
Arah Matahari: Panel surya harus diarahkan ke arah yang tepat dan memiliki kemiringan yang optimal untuk menangkap sinar matahari sebanyak mungkin. Secara umum, di belahan bumi utara, panel surya sebaiknya diarahkan ke arah selatan dengan kemiringan sekitar 15º-40º. Untuk kemiringan panel surya ini perlu disesuaikan dengan lintang geografis tempat instalasi.
Kapasitas Energi dan Kebutuhan Listrik: Tentukan kebutuhan daya listrik rumah atau bangunan harian atau bulanan Anda untuk memastikan panel surya yang dipilih sesuai kapasitas yang memadai.Perhitungkan faktor-faktor seperti konsumsi listrik harian, cuaca setempat dan musim, untuk menentukan ukuran sistem yang tepat.
Izin dan Regulasi: Untuk pemasangan energi surya dengan system On-Grid (koneksi ke jaringan listik PLN), ada baik periksa terlebih dahulu aturan dan regulasi setempat terkait pemasangan/instalasi panel surya. Di beberapa daerah mungkin memiliki persyaratan izin khusus atau batasan yang harus dipatuhi.
Baca: Manfaat dan Ketentuan Izin Panel Surya Atap
Kualitas Panel Surya dan Inverter: Pilih panel surya berkualitas tinggi dari produsen terpercaya dengan efisiensi tinggi dan daya tahan yang baik terhadap kondisi cuaca ekstrem, memiliki umur pakai yang panjang dan garansi yang ditawarkan. Jangan terburu tergiur dengan harga murah yang ditawarkan. Periksa dan teliti panel surya yang sudah memiliki sertifikasi dan standar kualitas yang sesuai SNI. Pastikan inverter yang digunakan sesuai dengan kapasitas panel surya dan tipe instalasi (on-grid atau off-grid). Inverter mengubah listrik searah (DC) yang dihasilkan oleh panel menjadi listrik bolak-balik (AC) yang dapat digunakan di rumah atau disalurkan ke jaringan listrik.
Biaya dan Pengembalian Investasi: Lakukan evaluasi atau perhitungan biaya total instalasi, seperti panel surya, inverter, sistem penyangga baterai (jika digunakan) dan biaya instalasi, termasuk biaya perawatan dan pemeliharaan jangka Panjang.Tinjau pengembalian investasi (ROI) untuk memahami seberapa cepat investasi awal dapat kembali. Hitung pula estimasi penghematan energi yang akan diperoleh dari penggunaan panel surya.
Perawatan dan Garansi: Pertimbangkan perawatan dan pemeliharaan yang dibutuhkan untuk sistem panel surya. Meskipun panel surya umumnya memerlukan sedikit perawatan, penting untuk memastikan mereka tetap bersih dan berfungsi optimal. Bersihkan panel surya secara teratur dan memeriksa koneksi serta kondisi fisik panel surya secara berkala.Pastikan untuk memeriksa garansi pada panel surya dan inverter yang Anda pilih.
Konsultasi dengan Ahlinya: Jika Anda tidak yakin tentang proses instalasi/pemasangan panel surya atau hal-hal yang perlu diperhatikan, konsultasikan dengan para ahli di bidang energi terbarukan atau instalator panel surya yang sudah berpengalaman dalam sistem fotovoltaik. Mereka akan memberikan saran yang tepat berdasarkan kondisi dan kebutuhan Anda agar memastikan instalasi yang aman dan sesuai dengan regulasi setempat.
Keberlanjutan dan Dampak Lingkungan:
Pertimbangkan dampak lingkungan dari instalasi panel surya. Penggunaan panel surya memiliki dampak lingkungan yang umumnya lebih rendah dibandingkan dengan sumber energi konvensional, seperti pembangkit listrik tenaga batu bara atau minyak bumi.
Namun, seperti halnya dengan setiap teknologi, penggunaan panel surya juga memiliki beberapa dampak lingkungan yang perlu dipertimbangkan, diantaranya adalah:
Pembuatan dan Bahan Baku: Proses pembuatan panel surya melibatkan penggunaan bahan baku seperti silikon, kadmium, tellurium, dan aluminium. Ekstraksi dan pengolahan beberapa bahan ini dapat menyebabkan dampak lingkungan yang signifikan, seperti polusi air dan udara serta penggunaan sumber daya alam yang besar, tergantung pada metode pertambangan dan pemrosesan yang digunakan.
Pengelolaan Limbah Elektronik: Panel surya memiliki umur pakai yang panjang, tetapi pada akhir masa pakainya, mereka dapat menghasilkan limbah elektronik. Pengelolaan limbah elektronik merupakan tantangan karena beberapa komponen dapat mengandung bahan berbahaya jika tidak didaur ulang dengan benar.
Penggunaan Air dan Bahan Kimia: Beberapa proses produksi panel surya memerlukan penggunaan air dan bahan kimia tertentu. Pengelolaan limbah cair dan limbah kimia selama produksi harus dikelola dengan hati-hati untuk mencegah dampak negatif pada ekosistem air dan tanah.
Pengelolaan Akhir Hidup: Pada akhir masa pakai, panel surya memerlukan pengelolaan akhir hidup yang efisien. Daur ulang dan pemrosesan yang tepat penting untuk mencegah pencemaran lingkungan oleh limbah elektronik.
Lahan yang Dibutuhkan: Penggunaan lahan untuk penempatan panel surya dapat mempengaruhi ekosistem setempat. Namun, kebanyakan instalasi panel surya dapat dilakukan di lahan yang tidak cocok untuk pertanian atau penggunaan lainnya, dan beberapa proyek bahkan dapat mengintegrasikan panel surya ke dalam struktur bangunan untuk mengoptimalkan penggunaan lahan.
Efek Panas: Beberapa studi telah menunjukkan bahwa instalasi besar panel surya dapat menyebabkan efek panas di area sekitarnya. Meskipun efek ini cenderung bersifat lokal dan bersifat terbatas, perlu diperhatikan dalam perencanaan pembangunan.
Solusi untuk mengatasi dampak lingkungan
Meskipun penggunaan panel surya memiliki dampak lingkungan, ada sejumlah solusi dan praktik yang dapat diterapkan untuk mengatasi tantangan lingkungan tersebut. Beberapa solusi yang bisa dipertimbangkan melibatkan inovasi teknologi, pengelolaan limbah, dan penerapan praktik berkelanjutan. Berikut beberapa solusi tersebut:
Inovasi dalam Proses Produksi: Terus menerapkan inovasi dalam proses produksi panel surya untuk mengurangi penggunaan bahan baku yang ramah lingkungan serta proses produksi yang lebih efisien dan berkelanjutan dapat mengurangi dampak lingkungan dari pembuatan panel surya.
Daur Ulang dan Pemulihan Bahan: Pengelolaan limbah elektronik yang efektif dan insentif untuk daur ulang komponen panel surya yang sudah tidak terpakai/rusak, dapat membantu mengurangi dampak lingkungan dari penumpukan limbah elektronik. Ini mencakup pemulihan logam seperti aluminium, kadmium, dan silikon untuk digunakan kembali dalam industri pembuatan panel surya atau industri lainnya. Sistem ini harus memastikan bahwa bahan berbahaya dihilangkan dengan aman.
Penggunaan Bahan Baku Alternatif Ramah Lingkungan: Memilih dan mengembangkan bahan-bahan yang lebih ramah lingkungan dalam produksi panel surya berbasis bahan baku alternatif, seperti film tipis organik, dapat membantu mengurangi ketergantungan pada bahan-bahan berbahaya seperti kadmium dan arsenik.
Pengelolaan Lahan yang Bijaksana: Memperhatikan pengelolaan lahan dengan penggunaan system informasi geografis (GIS) yang dapat membantu memilih lahan pemasangan panel surya yang optimal dan pengaruhnya terhadap ekosistem setempat serta menjaga keanekaragaman hayati.
Edukasi dan Kesadaran: Meningkatkan edukasi dan kesadaran terkait manfaat, pemeliharaan dan tantangan lingkungan bagi pengguna panel surya dapat membantu mengurangi dampak negatif. Dengan menyebarkan informasi tentang praktik-praktik berkelanjutan dan kemajuan teknologi, pengguna dapat membuat pilihan yang lebih sadar secara lingkungan.
Kebijakan dan Regulasi: Menerapkan kebijakan dan regulasi yang mendorong kerjasama di antara produsen panel surya, pemerintah, dan organisasi lingkungan untuk menetapkan standar produksi yang lebih berkelanjutan. Adopsi standar ini dapat membantu memastikan bahwa industri panel surya bergerak menuju praktek yang lebih ramah lingkungan.
Dari beberapa solusi yang sudah dijabarkan, diharapkan dapat terus meningkatkan keberlanjutan industri panel surya dan mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan. Serta peran aktif dari pemerintah, produsen, dan konsumen dalam mendukung proses pengembangan energi berkelanjutan akan sangat penting dalam mencapai tujuannya. Dengan memperhatikan hal-hal tersebut di atas sebelum memasang panel surya, Anda sudah dapat memastikan bahwa instalasi panel surya dilakukan dengan tepat dan efisien serta mengetahui berbagai dampak bagi lingkungan. Konsultasikan dengan para ahli dalam bidang energi terbarukan agar aman dan sesuai kebutuhan daya yang dikonsumsi. Gunakan panel surya yang sudah berstandarisasi dari SNI dan jasa pemasangan HANSolarcell!
Sumber informasi: istimewa