Bagaimana Cara Kerja Energi Tenaga Surya: Panduan Lengkap untuk Teknologi Ramah Lingkungan

Bagaimana Cara Kerja Energi Tenaga Surya: Panduan Lengkap untuk Teknologi Ramah Lingkungan

Energi tenaga surya telah menjadi perbincangan utama dalam upaya kita untuk bergerak menuju masa depan yang lebih berkelanjutan. Seiring dengan meningkatnya kesadaran akan pentingnya perlindungan lingkungan, teknologi ini tidak hanya memberikan sumber energi yang bersih, tetapi juga menawarkan potensi untuk mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil yang terbatas dan berbahaya bagi lingkungan.  Namun, untuk sepenuhnya memanfaatkan potensi energi matahari, penting bagi kita untuk memahami bagaimana sebenarnya energi tenaga surya ini bekerja? Mari kita jelajahi cara kerja dari energi tenaga surya berikut ini secara informatif.

Bagaimana Energi Tenaga Surya Bekerja

Matahari kita adalah reaktor nuklir alami. Matahari melepaskan paket kecil energi yang disebut foton, yang melakukan perjalanan 93 juta mil dari matahari ke Bumi dalam waktu sekitar 8,5 menit. Setiap jam, cukup banyak foton mengelilingi planet kita untuk menghasilkan cukup energi tenaga surya yang secara teoritis dapat memenuhi kebutuhan energi global selama satu tahun penuh.

Menurut laporan dari Badan Energi Internasional di tahun 2017 menunjukkan bahwa matahari telah menjadi sumber daya yang tumbuh paling cepat di dunia – menandai pertama kalinya bahwa pertumbuhan energi tenaga surya telah melampaui semua bahan bakar lainnya. Bagaimanapun juga di tahun-tahun mendatang, kita semua akan menikmati manfaat dari listrik yang dihasilkan oleh matahari.

1. Penangkapan Energi Matahari: Proses awal dengan penangkapan sinar matahari oleh panel surya. Panel ini terdiri dari sel surya fotovoltaik (PV) yang terbuat dari bahan semikonduktor, seperti silicon. Ketika foton (partikel sinar matahari yang sangat kecil) menghantam sel surya, mereka menjatuhkan elektron yang lepas dari atomnya. sehingga dapat menghasilkan energi listrik bentuk arus searah (DC) sepanjang kawat di dalam sel yang besar untuk memisahkan elektron dari struktur atomnya. Ini deikenal sebagai efek fotovoltaik. Elektron yang terpisah dan bermuatan negatif akan bebas bergerak pada daerah pita konduksi dari material semikonduktor, sehingga atom yang kehilangan elektron kekosongan pada strukturnya dan disebut “hole” dengan muatan positif. Jika konduktor melekat pada sisi positif dan negatif dari sel, konduktor tersebut akan membentuk rangkaian listrik. Ketika elektron mengalir melalui sirkuit seperti itu, mereka akan menghasilkan listrik. Jadi semakin banyak panel surya yang Anda pasang, semakin banyak energi listrik yang dapat dihasilkan.

2. Konversi Energi Matahari menjadi Listrik: Setelah dihasilkan, arus listrik dari panel surya kemudian disalurkan ke inverter, yaitu alat yang berfungsi mengubah dari arus searah (DC) menjadi arus bolak-balik (AC). Ini penting karena sebagian besar peralatan rumah tangga dan infrastruktur listrik (grid) menggunakan arus bolak-balik (AC) sehingga energi tenaga surya dapat digunakan atau kompatibel dengan sistem listrik yang ada.

Selanjutnya, listrik yang dihasilkan oleh inverter dapat digunakan langsung untuk memenuhi kebutuhan energi rumah tangga atau bisnis, agar mengurangi ketergantungan pada sumber daya energi konvensional atau disalurkan ke jaringan listrik umum melalui sistem grid-interactive. Dalam sistem ini, meter listrik khusus digunakan untuk mengukur jumlah listrik yang dihasilkan oleh panel surya dan jumlah listrik yang digunakan dari jaringan listrik umum. Energi yang tidak digunakan dapat dialirkan kembali ke grid untuk digunakan oleh komunitas lokal, atau bahkan dijual kepada penyedia listrik.

3. Penyimpanan dan Pengaturan Energi: Energi listrik yang dihasilkan oleh panel surya dapat disimpan dalam baterai untuk digunakan pada saat malam hari atau saat cuaca buruk. Pengaturan sistem kontrol memastikan distribusi energi yang efisien dan aman ke dalam grid atau ke perangkat elektronik rumah tangga.

Mengenal lebih apa itu Inverter dan fungsinya

Inverter dikenal sebagai perangkat elektronik yang digunakan untuk mengubah arus listrik searah (DC) menjadi arus bolak-balik (AC). Ini adalah komponen terpenting dalam sistem energi tenaga surya, di mana energi listrik yang dihasilkan oleh panel surya dalam bentuk arus searah (DC) harus diubah menjadi arus bolak-balik (AC) agar dapat digunakan oleh rumah tangga atau disalurkan ke grid listrik. Jika melihat dari penjelasan tersebut, bisa disimpulkan bahwa inverter ini adalah kebalikan dari converter atau yang lebih sering disebut sebagai adaptor. Saat ini, ada beberapa jenis inverter berdasarkan kegunaannya. Ada inverter push-pull yang hanya bisa menghasilkan tegangan AC. Ada pula inverter yang bisa menghasilkan tegangan sinus murni tanpa melalui harmonisasi.

Fungsi-fungsi utama inverter meliputi:

Dengan menggunakan inverter ini, energi listrik oleh panel surya dapat disalurkan ke dalam jaringan listrik rumah. Inverter juga dapat memantau dan mengatur produksi energi panel surya sesuai dengan kebutuhan. Selain itu, inverter juga memiliki fitur keamanan yang melindungi sistem panel surya.

Bagaimana Cara kerja Inverter DC menjadi AC

Setelah mengetahui fungsinya, selanjutnya adalah bagaimana cara kerja inverter DC menjadi AC ini? Rangkaian elektronika ini bekerja untuk mengubah input motor tenaga listrik AC yang kemudian diubah menjadi tegangan listrik DC lalu dipecah lagi menjadi AC serta frekuensi. Dengan begitu, motor listrik yang digunakan bisa dikontrol sesuai kecepatan yang diinginkan.

Rangkaian listrik ini bekerja dengan menggunakan beberapa komponen, yaitu trafo CT, rangkaian osilator, serta rangkaian switch (saklar). Prosesnya yaitu mengubah arus searah yang asalnya dari sumber, baik itu dari aki maupun baterai, kemudian diubah menjadi arus bolak-balik. Dengan kata lain, inverter ini tidak bisa menghasilkan tegangan listrik sendiri.

Jenis-jenis Inverter berdasarkan jenis Gelombang yang dihasilkan

Rangkaian pengkonversi arus tegangan DC ke AC ini memiliki beberapa jenis. Jika dilihat secara teknis, yaitu berdasarkan jenis gelombang yang dihasilkan, jenisnya dibagi menjadi 3. Ada square sine wave, modified sine wave dan pure sine wave.

  • Square Sine Wave

Merupakan jenis inverter yang pertama yang dikembangkan berdasarkan jenis gelombang yang dihasilkan dengan rangkaian gelombang sinyal berbentuk kotak, sesuai dengan namanya. Sinyal yang berbentuk kotak ini tidak cocok jika digunakan untuk beban coil serta tidak cocok untuk trafo jenis tertentu. Inverter yang juga disebut sebagai push-pull inverter ini tidak cocok digunakan untuk beban coil seperti pada kulkas, karena bisa merusak rangkaian peralatan elektronika tersebut. Oleh karena itu inverter ini sangat paling sederhana. Walaupun inverter jenis ini dapat menghasilkan tegangan 220V AC, namun kualitasnya bisa dibilang sangat buruk. Sehingga hanya dapat digunakan pada beberapa alat listrik saja. Hal ini disebabkan karena karakteristik output inverter ini memiliki level total harmonic distortion yang tinggi.

  • Modified Sine Wave

Jenis inverter ini hampir sama dengan Square Sine Wave, namun outputnya menyentuh titik 0 untuk beberapa saat sebelum pindah dari positif ke negatif. Model ini memiliki harmonic distortion yang lebih kecil dibanding square sine wave. Sehingga jenis inverter ini dapat digunakan pada perangkat TV dan komputer, namun tidak bisa digunakan untuk beban-beban yang lebih sensitive dan kekurangan lainnya adalaha hasilnya jadi kurang maksimal. Selain itu, jenis gelombang modifikasi ini juga cenderung bisa menyebabkan pemborosan daya dalam skala yang lebih tinggi dan tidak disarankan digunakan pada peralatan elektronik seperti peralatan audio.

  • Pure Sine Wave

Jenis inverter berikutnya adalah Pure Sine Wave, jenis Ini memiliki output terbaik dari jenis-jenis lainnya. Secara teknologi, inverter ini dapat mengubah tegangan DC menjadi AC dengan bentuk gelombang yang hampir sama dengan gelombang sinusoidal (gelombang yang dihasilkan dari PLN). Dengan total harmonic distortion kurang dari 3%, serta efisiensi daya yang lebih tinggi karena konsumsi dayanya lebih sedikit, sehingga cocok untuk semua alat elektronik. Oleh sebab itu, inverter ini juga disebut clean power supply. Kini kebanyakan peralatan listrik yang dijual di pasar dirancang dengan sumber daya AC berbentuk pure sine wave ini ,agar bisa bekerja secara optimal.

Jenis-Jenis Inverter pada PLTS

Beberapa jenis inverter yang umum digunakan dalam energi tenaga surya :

1. Inverter Tegangan Tunggal (Single-Phase Inverter)

Jenis inverter ini yang paling umum digunakan dalam instalasi PLTS skala kecil hingga menengah. Inverter ini berfungsi mengubah arus DC menjadi arus AC dengan tegangan tunggal. Inverter tegangan tunggal sangat cocok digunakan untuk kebutuhan listrik sehari-hari di rumah atau gedung komersial kecil.

2. Inverter Tiga Fasa (Three-Phase Inverter)

Penggunaanya dalam instalasi PLTS skala besar, seperti gedung perkantoran atau pabrik. Inverter ini mengubah arus DC menjadi arus AC dengan tiga fase, yaitu R, S, dan T. Dalam sistem tiga fase, penggunaan inverter ini lebih efisien karena dapat menghasilkan daya yang lebih besar.

3. Inverter String (String Inverter)

Inverter string adalah jenis inverter yang menghubungkan beberapa panel surya dalam satu rangkaian (string), sebelum mengubah arus DC menjadi arus AC. Keuntungan dari penggunaan inverter string adalah biaya yang lebih rendah dan kemudahan instalasi. 

4. Inverter Mikro (Micro Inverter)

Inverter mikro adalah inverter yang dipasang pada setiap panel surya secara individu. Keuntungan utama dari inverter mikro adalah setiap panel surya dapat beroperasi secara independent/mandiri, sehingga bila ada masalah pada salah satu panel maka tidak akan mempengaruhi kinerja keseluruhan sistem pada panel surya tersebut. 

5. Inverter Hybrid (Hybrid Inverter)

Inverter hybrid yang dapat bekerja dengan sumber daya listrik lainnya, seperti baterai penyimpanan energi atau sumber listrik dari jaringan umum (PLN). Inverter jenis hybrid ini memungkinkan penggunaan energi yang disimpan dalam baterai saat panel surya tidak menghasilkan daya yang cukup.

Dengan menggunakan inverter, maka energi listrik yang dihasilkan oleh panel surya dapat disalurkan ke dalam jaringan listrik rumah. Inverter juga dapat memantau dan mengatur produksi energi panel surya sesuai dengan kebutuhan. Selain itu, inverter juga memiliki fitur keamanan yang melindungi sistem panel surya.

Sumber informasi: istimewa

Scroll to Top
×